Bisnis Ini Nggak Pernah Rugi

Bisnis mirip roller coaster: kadang naik bikin kita senyum sumringah, kadang turun bikin jantung berdegup tak beraturan. Mau sepintar apa pun kita berbisnis, pasti ada risiko rugi. Gara-garanya, bisa karena tren berubah lebih cepat dari kereta Whoosh, atau karena ekonomi mendadak lesu seperti HP lagi low-batt.


Bahkan bisnis yang digadang aman pun tetap ada resikonya. Hampir tidak ada yang betul-betul “risk free”. 

Kecuali… satu. Ada satu jenis bisnis yang unik, beda dari yang lain, dan kerennya, nggak ada istilah risiko rugi. Yaitu: bisnis dengan Allah.

Salah satu instrumen terbaik di bisnis ini adalah sedekah. Iya, sedekah. Itu ibarat saham super premium yang dijamin pasti naik, walaupun seringkali hasilnya ga langsung nyata di depan mata.

Jaminannya Janji Allah. Besaran sedekah bakal dilipatgandakanNya berkali-kali. Berapa kali lipat? Tiap orang beda-beda.

Ada orang sedekah seratus ribu tiba-tiba dapat balasan sekian juta. Ada juga orang sedekah dengan nominal sama, balasannya cuma sekian ratus ribu.

Tapi, ada juga yang seperti ini. Sedekahnya lancar, tapi kok belum “cuan” juga? 

Apakah janji Allah tentang sedekah itu tak pasti? Janji Allah pasti. Hanya saja ada andil variabel manusianya.

Bisa jadi niatnya kurang pas, misal sedekah biar dianggap dermawan, bukan karena Allah. Atau level kepercayaannya masih setengah hati, takut rugi sebelum mulai. Atau, ada “penghalang internal” yang belum dibereskan. Semacam sampah-sampah batin yang bikin saluran rezeki mampet.

Ketika variabel sisi manusia diperbaiki. Yakin seyakin-yakinnya, sedekah akan berganda berkali lipat.

Apakah ada orang percaya sedekah dan balasannya? Ada, tapi tak banyak. Kenapa ada yang masih ragu?

Penyebabnya, secara logika umum, bisnis itu ya harus kerja. “Usaha nggak mengkhianati hasil,” katanya. Makanya banyak orang setengah percaya, atau bahkan tak percaya sama sekali. Masa sih bisa dapat keuntungan dari memberi? Masa sih bisa untung dari melepaskan? Padahal Allah itu beda cara mainnya. Dalam matematika langit, minus bisa berubah jadi plus besar.

Lalu gimana caranya mengelola instrumen sedekah ini? 

Simpel kok. Kita sedekah, niatkan karena Allah yang nyuruh, bukan karena ingin dilihat keren. Lalu jalankan perintah dasar: sholat lima waktu, jaga hubungan kita dengan Allah. Jangan lupa bertobat atas semua dosa. Caranya, banyak istigfar dan jangan ulangi. Sisanya? Biar Dia yang ngatur. Hasilnya datang di waktu yang paling pas, dengan jumlah yang kadang bikin kita melongo.

Kalau belum keliatan hasilnya, jangan buru-buru nuduh “bisnis ini nggak work”. Bisa jadi masih ada penghalang di dalam diri yang perlu dibersihkan. Apa aja penghalangnya? Tenang, itu topik menarik yang bakal kita bahas lain waktu.

Kesimpulannya, bisnis dengan Allah ini beda. Bukan cuma nggak pernah rugi, tapi untungnya bisa melampaui logika.

Posting Komentar untuk "Bisnis Ini Nggak Pernah Rugi"

Artikel Terbaru